Kamis, 12 April 2018

STRATEGI MASJID AL FIRDAUS NGOTO DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT YANG BERKARAKTER


Manajemen Strategi Masjid Al Firdaus, Ngoto,  Bantul dalam Pembentukan Masyarakat yang Berkarakter
A. Peran Masjid Dalam Pembentukan Masyarakat yang Berkarakter
Pada awal perkembangan Islam, yaitu pada zaman rasulullah, masjid masjid merupakan pusat pemerintahan, kegiatan sosial  dan ekonomi. Sebagai kepala pemerintahan dan kepala Negara Nabi Muhammad tidak mempunyai istana seperti hanya para raja pada waktu itu, beliau menjalankan roda pemerintahan dan mengatur umat dari masjid, pemasalahan permasalahan umat beliau selesaikan bersama sama dengan pasa sahabat di Masjid bahkan hingga mengatur strategi peperangan.
Tradisi ini kemudian tetap di lestarikan oleh para Khulafaur Rasyidun dan Khalifah Khalifah seterusnya, namun pada perkembangannya di bidang pemerintahan masjid hanya dijadikan symbol pemerintahan Islam, walaupun terletak biasanya di pusat pemerintahan berdampingan dengan pusat kekuasaan.Oleh sebab itu maka terlahirlah masyarakat yang berkarakter, yaitu masyarakat yang mempunyai tinkah laku yang baik, jujur bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras, dan sebagainya
1. Masjid Sebagai Tempat Ibadah Umat Islam
Masjid pada masa Rasulullah, berfungsi sebagai tempat untuk menunaikan shalat fardu lima waktu, shalat Jum’at, berzikir, dan macam macam ibadah yang lain. Sehingga hubungan sengan Allah (hablumminallah) terjaga, dan apabila hablumminallah terjaga dengan baik secara otomatis hubungan dengan manusia (hablumminannas) akan terjaga juga. 
2. Masjid Sebagai Pusat Pendidikan dan Pengajaran Masyarakat
Masjid pada zaman Rasulullah menjadi sentra kajian agama dan ilmu ilmu umum umat islam. Masjid menjadi  tempat umat Islam dalam mendiskusikan ilmu ilmu agama dan ilmu ilmu umum. Didalam masjid ini, rasulullah mengajar dan member khutbah dalam bentuk halaqah, dimana para sahabat duduk mengelilingi beliau untuk mendengarkan dan melakukan Tanya jawab berkaitan denganurusan agama dan kehidupan sehari hari.Sistem pendidikan yang diterapkan oleh Rasulullah, yaitu berupa halaqah haqah.Sistem ini selain menyentuh dimensi intelektual para sahabat juga menyentuh dimensi sosial dan emosional dan spiritual mereka.Di sebelah selatan masjid Nabawi ada tempat yang disebut dengan al suffah, yakni  tempat tinggal bagi para sahabat miskin yang tidak memiliki rumah.Mereka yang tinggal di al suffah ini disebut dengan ahlu suffah.Mereka adalah penuntut ilmu yang banyak berinterksi dengan Rasulullah, dan diantara merekalah banyak lahir ulama ulama besar dari kalangan para sahabat.
3. Masjid Sebagai Sentra Ekonomi Umat
Masjid juga berfungsi sebagai sentra ekonomi umat, karena semua peredaran zakat, sedekah, wakaf, pembagian ganimah dan urusan Baitul Mal Negara diselesaikan. Sebagaimana apa yang terjadi ketika rasulullah mengumpulkan sedekah dari orang orang muslim yang hendak pergi ke medan jihad diTabuk untuk menghadapi pasukan Romawi, Rasulullah melakukan hal itu di masjid nabawi. Dan juga rasulullah menjadikan masjid Nabawi sebagai termpat pembagian harta rampasan perang atau ghanimah sebagaimana apa yang dilakukan Khalifah Umar Bin Khattab ketika membagikan harta rampasan perang melawan Romawi dan Persia.\
4. Masjid Sebagai Tempat Layanan Sosial
Dari Usman Bin Yamani ia berkata, “ Ketika para Muhajirin membanjiri kota Madinah, tanpa memiliki rumah dan tempat tinggal, Rasulullah menempatkan mereka di masjid dan beliau menamai dengan ashabul suffah. Beliau juga duduk dengan mereka dengan sangat ramah.Selain itu juga masjid juga berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan penyaluran zakat dan infak, pelayanan pelayanan kesehatan dan fungsi lainnya, sehingga ketika itu Masjid benar benar menjadi titik vital bagi masyarakat Madinah.
B. Manajemen Strategi Masjid Al Firdaus, Ngoto,  Bantul dalam Pembentukan Masyarakat yang Berkarakter
Masjid Al Firdaus adalah masjid yang terletak di desa Bangunharjo, kecamatan Ngoto, Bantul.Masjid ini didirikan atas wakaf keluarga bapak Basuki, kemudian di bantui pembangunanya oleh donatur donatur dari masyarakat sekitar.Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2004 kemudian dilakukan renovasi pada tahun 2007 hingga jadilah masjid seperti sekarang ini.
Manajemen strategi adalah rankaian proses kegiatan perencanaan untuk mengambil keputusan jangka panjang yang bersifat efesien dan efektif, melalui penetapan metode dan cara pelaksanaan yang dibuat oleh jajaran pimpinan dan dievaluasi untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu Dewan Kemakmuran Masjid Al Firdaus mengadakan kegiatan kegiatan yang bersifat keagamaan dan umum Untuk Menbentuk Masyarakat Yang Berkarakter
Tentang fungsi masjid, Al Quran telah memberi gambaran fungsinya dengan jelas. Gambaran itu terletak di dalam surat At Taubah ayat 18 yang barbunyi
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِين
Artinya : Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mudah mudahan mereka termasuk orang orrang yang mendapat petunjuk.
Dari ayat tersebut dapat di simpulkan bahwasaya fungsi utama masjid adalah sebagai tempat shalat, kemudian diturunkan dari sana fungsi fungsi lain seperti kegiatan majlis ta'lim, kegiatan sosial dan lain lainnya
Ada beberapa strategi yang dilakukan Masjid Al Firdaus untuk menjadikan masyarakat yang berkarakter.Strategi tersebut di aplikasikan dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Berikur adalah strategi strategi masjid al firdaus dalam pembemtukan masyarakat yang berkarakter
1. Strategi di Bidang Keagamaan
Dikarenakan fungsi masjid adalah sebagai tempat ibadah (shalat) maka Dewan Kemakmuran Masjid Al Firdaus mengadakan kegiatan kegiatan yang memotivasi masyarakat sekitar untuk selalu melakukan kegiatan kegiatan ibadah di masjid. Berikut adalah hasil wawancara dengan bapak Muhidin selaku pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Al Firdaus
“Untuk menjadikan masjid Al Firdaus sebagai pusat keagamaan kami mengadakan kegiatan kegiatan untuk memotivasi masyarakat agar selalu mengerjakan sholat di masjid sehingga masjid menjadi sebagai suatu kebutuhan yang tidak bisa di pisahkan dalam kehidupan mereka. Diantaranya adalah:
- Gerakan Shalat Subuh Berjamaah
Gerakan shalat subuh berjamaah dilakukan untuk menyemarakkan atau memakmurkan masjid khususnya  pada waktu subuh. Dikarenakan masyarakat di sekitar masjid Al Firdaus adalh masyarakat perumahan yang sebagian besar dari mereka adalah pegawai kantoran hal ini sangat memnerikan manfaat kepada mereka.
-  I'tikaf Pada Sepuluh Hari Terakhir Pada Bulan Ramadhan
Untuk memotivasi para jamaah dalam melakukan peningkatan ibadah mereka khususnya pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, kami selaku Dewan Kemakmuran Masjid Al Firdaus mengadakan acara I'tikaf yang kemudian dilanjutkan dengan sahur berjamaah. Ketika I'tikaf kami mengundang penceramah penceramah untuk memberikan motivasi kepada jamaah agar selalu meningkatkan ibadah mereka.Kemudian pada seperriga malam terakhir kami mengadakan shalat tahajjud berjamaah yang langsung dipimpin oleh ustadz Solihuddin Al Hafidz selaku imam masjid Al Firdaus.Jamaah yang mengikuti i'tikaf dosini bukan hanya dari masyarakat sekitar melainkan ada juga dari jamaah dari luar kota Jogjakarta."
Dari apa yang disamapaikan bapak Muhidin mengenai strategi Masjid Al Firdaus dalam bidang keagamaan dapat disimpulkan bahwasaya masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat seluruh kegiatan keagamaan terkhususnya ibadah shalat lima waktu, hal ini memberikan pelajaran bahwasanya pembiasaan peribadahan secara berjamaah menjadikan hubungan persaudaraan (Ukhuah Islamiah) menjadi erat, sehingga nantinya mampu membentuk karakter masyarakat menjadi lebih baik dan menjadikan hubungan dengan Allah (Hablumminallah) menjadi terjaga dan bisa menghasilkan pribadi pribadi yang takut kepada Allah. Dan apabila rasa takut kepada Allah sudah tertanam dalam jiwa seseorang atau masyarakat maka hal itu bisa meminimalisir tindakan kriminal di dalam masyarakat.
2. Strategi Dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran
Bidang pendidikan dan Pengajaran adalah bidang yang sangat fundamental dalam sebuah masyarakat.Untuk menjawab tantangan tersebut perlu diadakan strategi yang terkonsep dengan rapi.Dalam pendidkan masyarakat seharusnya semua komponen masyarakat menjadi objek dari hal tersebut.Berikut adalh wawancara dengan bapak Muhidin selaku pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Al Firdaus tentang strategi pendidikan dan pengajaran untuk menciptakan masyarakat yang berkarakter.
"Untuk strategi pendidikan, kami mengadakan berbagai macam kegiatan yang secara garis besar dapat di kelompokkan dalm tiga kegiatan pokok
-a. Mengadakan Kajian Kajian atau Ceramah Rutinan
            Kegiatan kajian yang kami adakan disini bersifat umum dan bermacam macam.Kami menargetkan orang orang dewasa, pemuda dan dan anak anak sebagai objek dakwah ini. Kegaitan ini berupa
- Majlis Dhuha Al Firdaus
Kajian ini diadakan pada pagi hari ahad. Baisanya dihadiri oleh ibu ibu dan bapak bapak yang sudah lanjut usia. Penceramah yang didatangkan  adalah penceramah penceramah yang sesuai dengan usia para jamaah.
- Kuliah Tujuh Menit (kultum)
Kegaitan ini biasanya diisi oleh jamaah sendiri yang berprofesi dalam macam macam bidang pekerjaan.Biasanya kuliah ini disampaikan mengusung materi tentang keagamaan, kesehatan, motivasi dan entrepreneurship.
- b. Tablig Akbar
Untuk beberapa bulan sekali kami mengundang penceramah penceramah yang bertaraf nasional untuk mengisi acara tablig akbar. Biasanya  juga ada beberapa ulama timur tengah yang bertaraf Internasional yang kami undang untuk menjadi penceramah di masjid ini, sehingga jamaah yang hadir dalam taglig akbar tidak hanya berasal dari kota Jogjakarta bahkan dari luar kota.


-c. Mahad Tahfiz Darul Firdaus
Untuk mencetak generasi generasi muda yang mempunyai keilmuan Al Quran.Didirikanlah ma'had Tahfiz Darul Firdaus sebagai tempat bagi para pemuda yang mempunyai keinginan dalam memperdalam ilmu tentang al Quran.Ma'had ini langsung di asuh oleh Ustadz Solihuddin Al Hafiz selaku imam masjid Al Firdaus.Santri yang memimba ilmu di Ma'had ini tidak hanya berasal dari dalam Pulau Jawa melainkan juga ada yang berasal dari luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.Para sanri tinggal di pondok selama 24 jam.
-c. Madrasah Diniah Al Firdaus
Atas usulan Mas Eko, didirikanlah Madrasah Diniah Al Firdaus. Objeknya disini adalah para anak anak di sekitar masjid, mereka di sana diajari oleh ustdaz dan ustazah tentang bagaimana membaca Al Quran dan juga tentang ibadah ibadah sehari hari. Kegiatan madrasah diniah ini dilakuakan setiap habis shalat Magrib sampai selesai shalat Isya.”
Dari apa yang dipaparkan oleh bapak Muhidin tentang peran masjid Al Firdaus dalam pendidikan dan pengajaran, hal itu sangat mencukupi Masyarakat dalam memperoleh pendidikan dan pengajaran dari masjid yang memadai. Hal ini menjadikan masyarakat di sekitar berpendidikan dan berwawasan luas.
3. Strategi Dalam Bidang Sosial
Bidang soaial adalah bidang yang sangat penting untuk di kembangkan, dikarenakan masyarakat yang berkarakter harus memiliki kepedulian sosial yang besar. Berikut adalah wawancara dengan Bapak Muhidin tentang peran Masjid Al Firdaus dalam bidang sosial
"Untuk kegiatan sosial kami sering mengadakan beberapa kegiatan seperti :
a. Baksos Rutin si daerah Minoritas
Untuk menanggulangi maraknya kristenisasi, khususnya di daerah minoritas seperti do Gunung Kidul dan Kulonprogo, kami mengadakan kegiatan sosial disana. Kegiatan ini di motori oleh ibu inu jamaah Masjid Al Firdaus.Acara ini berupa pembagian sembako pakaian gratis dan kegiatan kegiatan lainnya.
b. Santri Siaga
Santri siaga adalah gerakan yang di motori oleh santri Darul Firdaus untuk membantu korban korban korban bencana alam yang terjadi di daerah sekitar Jogjakarta.Kegiatan ini berupa penyaluran kebutuhan kebutuhan yang di butuhkan para korba bencana.
c. Droping Air
Droping air adalah agenda rutinan yang dilakukan Dewan Kemakmuran Masjid Al Firdaus.Acara ini berupa penyerahan bantuan kepada daerah daerah yang dilanda kekeringan. Bantuan yang diberikan berupa  pompa air.
Dari hasil wawancara dengan bapak Muhidin diatas, dapat diambil kesimpulan bahwasanya salah strategi masjid Al Firdaus dalam mewujudkan masyarakat yang berkarakter adalah dengan menjadikannya pribadi pribadi yang mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini juga termasuk salah satu dari 11 prinsip untuk mewujidkan pendidikan karakter yang efektif dari Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berbunyi " Menciptakan masyarakat yang memiliki kepribadian”.
4. Strategi Dalam Bidang Ekonomi 
Pada zaman sekarang ada beberapa sektor umat Islam yang harus di perbaharui khususnya dalam sektor ekonomi.Sisi ekonomi umat Islam saat ini masih terpuruk sehingga perlu dibangkitkan kembali sebagai salah satu modal kebangkitan Islam. Ekonomi umat mempunyai potensi besar apabila dikembangkan dan saling bersinergi satu sama lainnya. Sebaagai masjid yang peduli dengan keadaan ekonomi umat Al Firdaus berusaha untuk menjadi masjid yang bias di contoh masjid masjid lain dalam masalah perekonomian dikarenakan banyak relasi atau kerjasama kerjasama dalam perdangan dimulai dari ruang lingkup masjid. Berikut adalah hasi wawancara dengan Bapak Muhidin selaku Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid al Firdaus ketika ditanya tentang peran masjid al Firdaus dalam pengembangan ekonomi umat.
“ Didalam masyarakat jamaah masjid al Firdaus, kami mempunyai cita cita untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh para jamaah. Hal ini dikarenakan beragamnya profesi jamaah disini, ada yang menjadi pengusaha masakan padang, ada juga yang mejadi pengusaha rumah makan ayam Suharti, ada juga yang berkerja di penangkapan ikan dan masih banyak lainnya. Mereka selalu berkumpul setiap selesai shalat subuh atau magrib untuk membahas mengenai kerjasama kerjasama yang mereka buat demi memajukan perekonomian umat. Dari hal tersebut nanti lahir bebagaimacam relasi antar satu dengan yang lain contohnya adalah, banyaknya cabang cabang padang murah dimulain dari Inisiatif bapak Nazaruddin selaku owner padang murah untuk mencari orang orang yang ingi berinvestasi dalam bisnis warung makan padang murah. Selain itu juga kami juag mengadakan sharing masalah enterprenuership ydari pelaku pelaku dari kalangan jamaah masjid Al Firdaus, biasanya kegiatan ini kami lakukan bada subuh hari Ahad”  






           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar