Selasa, 25 Januari 2022

Review God Of War

 

Oleh: M. Fahrian Noor

Beberapa hari yang lalu saya ketika saya sakit dan harus mengisosali diri di dalam kamar karena terindikasi terkena covid. Ketika isolasi tersebut, untuk mengisi waktu luang saya menyempatkan diri untuk memainkan game yang dari dulu saya ingin mainkan yaitu God Of War atau yang biasanya disebut dengan God Of War 4.

Game ini sebenarnya sudah rilis sejak tahun 2018 di platform PS4. Berhubung saya tidak mempunyai PS4 saya harus menahan diri untuk memainkan game ini sampai kemaren pada tanggal 14 Januari 2022 game ini dirilis untuk versi PC-nya. Meskipun sudah terlambat beberapa tahun, jujur saja game ini sangatlah worth it untuk dimainkan di tahun ini dan bahkan untuk beberapa tahun kemudian.

Ada beberapa hal yang menjadi keunggulan game ini dalam pandangan saya setelah menamatkannya. Pertama, grafik yang memukau. Santa Monica Studio memang tidak tanggung-tanggung menyajikan game ini dengan grafik yang sangat memanjakan mata sehingga 70 GB penyimpanan sangatlah terbayar dengan apa yang didapat oleh pemain. Meskipun saya tidak memainkan game ini dengan grafik yang maksimal, tapi dengan setingan grafik menengah dan dari layar laptop, megahnya game ini sangatlah kerasa apalagi bagi anda yang memaiankannya dari monitor dan dengan settingan grafik maksimal. Oh iya, btw saya main game ini menggunakan laptop Lenovo Legion 5 dengan processor Ryzen 5 dan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 3050 Ti dengan RAM 16 Gb.


Kedua, gameplay yang tidak membosankan. Sepanjang perjalan Kratos dan Atreus, pemain akan dihibur dengan interaksi keduanya dengan dialog-dialog yang membuat kita akan tenggelam dengan kisah-kisan dan sejarah dari mitologi Nordik. Tidak hanya itu saja, ragam teka-teki dan permasalahan yang harus diselesaikan dalam permainan ini tidak terkesan repetitif sehingga membuat pemain bosan.


Ketiga, alur cerita yang disajikan dieksekusi secara brilian. Hal ini membuat emosi pemain turun naik. Emosi sedih, haru, senang, marah dan bahagia silih berganti menemani perjalanan Kratos dan Anakanya sampai di puncaknya, eksekusi ending yang sempurna menjadikan emosi itu menjadi bercampur aduk dalam perasaan pemain. Dengan dukungan instrumen musik menjadikan pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih tersampaikan dan berhasil menambah kesan dramatis dari game ini.


Kesimpulannya, dengan segala pujian yang saya sebelumnya, maka tidak heran game ini mendapatkan prestasi sebagai Game Of The Year pada tahun 2018. Bagi anda penikmat game dengan grafik yang memukau dan disertai gameplay dan storyline yang tidak membosankan game God of War ini menjadi opsi yang harus ada dalam list game yang akan dimainkan.